Tags:
create new tag
, view all tags
UserForm
FirstName hotel
LastName malang
OrganisationName

OrganisationURL

Profession Sales Filter Penjernih Air
Country Indonesia
State

Address

Location Pusat Water Filtration di Indonesia
Telephone

VoIP

InstantMessaging (IM)

Email

HomePage https://www.edpsciences-usa.org/
Comment

Edit personal data
Sobat Travelers, apakah Anda sudah pernah traveling ke Kota Malang? Kota malang merupakan kota terbesar yang berada diurutan kedua setelah Kota Surabaya di bagian Provinsi Jawa Timur. Dari Kota Surabaya, Anda bisa menempuh perjalanan ke Kota Malang dari bagian Selatan Surabaya yang jaraknya sekitar 90 km.

Bagi Sobat Travelers yang ingin berlibur di Kota Malang, tentunya memerlukan tempat untuk menginap. Ada banyak penginapan di Kota Malang dengan berbagai fasilitas dan harga yang berbeda-beda. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Salah satu hotel yang cukup terkenal di Kota Malang adalah Savana Hotel Malang. Hotel ini merupakan hotel berbintang 4 yang lokasinya cukup strategis dari akomodasi udara yaitu Bandara Abdul Rachman Saleh yang berjarak sekitar 9,47 km. Letak Savana Hotel Malang di Jalan Letjen Sutoyo No. 32 34 Rampal Celaket Klojen, Malang.

Savana Hotel Malang memiliki ketinggian mencapai 4 lantai dengan jumlah kamar sebanyak 161 ruangan. Tipe kamar pun berbeda-beda. Ada Deluxe include breakfast yang per malamnya dikenakan Rp658.000, Grand Deluxe yang per malamnya dikenakan Rp738.000, Junior Suite dikenakan Rp1.128.000 dan Royal Suite dengan harga Rp1.948.000 per malamnya. Harga terendah untuk menginap semalam sekitar Rp511.283. Harga bisa saja berubah sesuai dengan promo yang sedang diberlakukan.

Di sekitar hotel terdapat beberapa tempat wisata yang bisa Anda kunjungi untuk sekedar bersantai melepaskan penat. Salah satunya adalah Alun-alun Kota Malang yang jaraknya sekitar 2,3 km dari hotel.

Alun-alun Kota Malang ini merupakan salah satu icon dari Kota Malang. Lokasi Alun-alun berada di tengah pusat kota sehingga sangat mudah untuk ditemukan. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai orang tua juga berdatangan ke alun-alun sekedar bersantai atau menikmati keindahan Kota Malang di tengah taman.

Meskipun sangat sederhana, alun-alun ini tak pernah sepi. Selalu ramai dikunjungi. Biasanya mulai rame di saat sore hari. Selain itu para pedagang makanan pun juga mulai berdatangan. Bila Sobat Travelers mengajak anak-anak Anda, bersiap untuk selalu mengeluarkan uang karena mereka pasti selalu meminta jajanan yang ada.

Alun-alun ini sering disebut dengan Alun-alun Jami karena lokasinya berada di depan Masjid Jami. Masjid ini merupakan salah satu masjid kebanggaan warga Kota Malang. Selain itu, alun-alun ini juga dikelilingi dengan pusat perbelanjaan seperti Ramayana, Gajah Mada Plaza, Malang Plaza dan masih banyak mall lainnya.

Di Kota Malang terdapat satu alun-alun lagi yang bernama Alun-alun Bundar dengan bentuknya yang seperti lingkaran. Alun-alun ini lokasinya berada di Balai Kota.

Masalah kebersihan di alun-alun ini pun sudah memadainya tempat sampah yang tersebar di sudut-sudut taman. Sehingga Sobat Travelers juga harus berpartisipasi membuang sampah ke tempat yang telah disediakan.

Selain alun-alun, terdapat tempat beribadah yang dibangun sudah cukup lama pada abad ke-18 Masehi yaitu Klenteng Eng An Kiong.

Klenteng Eng An Kion berada di Jalan Martadinata, Malang. Sejarah dari klenteng ini adalah pada awalnya didirikan oleh seorang pedagang dari Tiongkok yang bermarga Kwee sebagai tanda rasa syukurnya terhadap Tuhan.

Arti dari nama Klengteng Eng An Kiong adalah Istana Keselamatan yang Abadi. Dan para umat Khong Hu Cu pun mempercayai akan hal itu. Warna merah dan kuning pada klenteng ini merupakan ciri khas dari arsitektur Tiongkok. Klenteng tersebut memang perpaduan antara arsitektur bergaya Tiongkok dengan bergaya Eropa.

Warna merah dan kuning pada klenteng ini bukan sekedar warna saja namun memiliki arti yang mendalam. Warna merah menggambarkan kebahagiaan, keberanian dan kehidupan. Sedangkan warna kuning menggambarkan keagungan.

Klenteng ini dibangun berdasarkan dana yang terkumpul dari warga yang tinggal di kawasan klenteng. Proses pembuatannya pun dibagi menjadi 2 periode. Yang pertama proses pembangunan ruang tengah klenteng di tahun 1825. Keseluruhan klenteng dibangun pada tahun 1895 sampai 1934.

Anda bisa berjalan dan bersantai mengelilingi klenteng tempat beribadahnya umat Khong Hu Cu.

Selamat menikmati liburan Anda di Kota Malang. Masih banyak list tempat wisata yang bisa Anda kunjungi dengan menggunakan paket tour Jogja. Have Fun!

Topic revision: r2 - 2021-11-03 - HotelMalang
 
This site is powered by the TWiki collaboration platformCopyright © 2008-2022 by the contributing authors. All material on this collaboration platform is the property of the contributing authors.
Ideas, requests, problems regarding TWiki? Send feedback